Berbagi Optimis – Kita seringkali melupakan hal kecil yang penting ketika memulai hari. Hal kecil yang dapat merubah sebagian besar alur perjalanan kita di hari itu. Hal kecil yang tidak hanya berdampak pada diri sendiri, tetapi juga menular pada orang lain; hal kecil tetapi besar.

Senyum.

Buku The Secret yang mengajarkan tentang hukum tarik-menarik, Low of Attraction, pernah menuliskan sesuatu yang berkaitan dengan pangkal hari. Saya sedikit lupa redaksinya, ditambah bukunya entah di mana; yang saya ingat adalah, “Awal harimu menentukan bagaimana sehari itu berjalan.”

Jadi senyumanmu di awal hari akan memberikan efek berantai sepanjang hari. Ketika kamu bisa tersenyum pada pangkal, ujungnya dapat dipastikan pula adalah kesenangan. Begitu.

Pertanyaannya … apa iya dampaknya bisa sedemikian?

Bisa sekali. Saya kutipkan kisah yang dialami sebuah perusahaan ketika di ambang keputusasaan pada saat mencari-cari orang yang tepat untuk mengisi kekosongan di perusahaan tersebut.

“Saya hampir putus asa berusaha merekrut seseorang bergelar Ph. D. berpengetahuan komputer untuk departemen yang saya kepalai. Namun saya akhirnya menemukan seorang yang ideal; dia adalah seorang muda yang baru saja tamat belajar di salah satu universitas.

Setelah bercakap-cakap via telepon, saya kemudian tahu bahwa dia juga ditawari oleh perusahaan-perusahaan lain yang notabene lebih besar dan lebih terkenal dari perusahaan tempat saya bekerja. Tetapi ternyata … dia malah tertarik dengan tawaran saya dibandingkan dengan yang lain.

Selang beberapa waktu, ketika dia sudah memulai pekerjaannya, saya penasaran kenapa dia menolak perusahaan-perusahaan lain dan lebih memilih perusahaan ini. Dia menjawab: Saya kira itu karena manajer perusahaan lainnya berbicara di telepon dengan suara dingin. Tetapi suara anda terdengar seakan-akan anda senang ketika berbincang dengan saya; bahwa anda benar-benar membutuhkan saya menjadi bagian dari perusahaan anda.

Saya kemudian menjawab: Saya ingin meyakinkan anda, bahwa dahulu, memang, saya menelepon anda dengan tersenyum.”

Ada sebuah penelitian yang harus kamu ketahui. Ini masih tentang senyum. Begini …

Orang jarang berhasil dalam hal apa pun, kecuali mereka mendapat kesenangan dalam mengerjakannya.

Ada juga sebuah film dari Thailand, judulnya One Day. Pernah nonton?

Filmnya menceritakan seorang laki-laki introvert pake banget. Dia hampir tidak punya teman sama sekali. Den-chai namanya; orang paling tidak dianggap di dunia.

Namun sesuatu merubah alur cerita. Adalah seorang wanita bernama Nui Passapara Wattana yang berandil besar dalam perubahannya. Dengan apa?

Senyum.

Laki-laki kesepian di film itu kemudian memulai sebuah monolog, “Akhirnya seseorang melihatku. Sejak saat itu aku menjadi penggemar No.1 Nui. Aku tahu hal pertama yang dia lakukan ketika tiba di kantor, yaitu membuka game farmnya. Aku tahu dia hanya menggunakan setengah sendok gula untuk sediap kopi instan yang diseduh karena takut tidak bisa tidur waktu malam. Dia tidak suka lagu yang sedang trend. Dia sangat ingin sekali pergi ke festival salju di Jepang. Dia selalu tersenyum; dan dia tersenyum lebih dari biasanya, bahkan saat dia tidak tersenyum dalam hatinya.

Belum cukupkah?

Oke. Saya tidak akan pernah bosan untuk mengutipkan kata-kata cahaya dari manusia terbaik yang pernah dimiliki bumi. Rasulullah saw., teladan kita semua. No.1 Orang paling berpengaruh sepanjang sejarah.

Beliau saw. pernah bersabda,

Senyummu di hadapan saudaramu, adalah sedekah.

Pertanyaannya …
1. Yang senyum siapa?
2. Yang mendapat manfaat dari sedekah siapa?
3. Ganjaran orang bersedekah masuk ke siapa?

Jawabannya: Aku, kamu, aku dengan kata lain … senyum tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain.

Barangkali senyum tulusmu pada suatu hari bisa menghentikan seseorang yang hendak bunuh diri. Siapa yang tahu, kan?

(Muhamad Mulkan Fauzi/Berbagi Optimis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here