Bagaimana cara mencari kawan – Sesuatu yang negatif hanya akan memicu tindakan negatif lainnya. Satu-satunya cara untuk menghentikan matarantai keburukan adalah dengan bertindak berlawanan atau diam. Hal ini dibuktikan oleh orang-orang besar yang dikenang sampai hari ini. Sejarawan begitu terpesona mengetahui kisah-kisah mereka, sehingga mereka berdiksi dengan bahasa yang paling baik untuk menghormati mereka. Pertanyaannya: Apa yang membuat mereka spesial?

“Bila ingin mengumpulkan madu, jangan tendang sarangnya!”


Pertama adalah berubah.

jokes yang disampaikan pada salah satu politikus ‘pegulat’, semua yang membaca surat kabar itu terbahak, “Ini lucu!” tetapi tidak untuk si politikus. Dia marah dan mencari tahu siapa penulisnya.

Di akhir cerita, Lincoln diajak duel bersenjata oleh politikus tadi. Tentu, itu adalah hal yang paling mengerikan dalam hidupnya, tetapi dia bijak; dia mengambil pelajaran dari perbuatannya selama ini. Abraham Lincoln semenjak kejadian tersebut tidak pernah lagi mengkritik orang lain. Dia berubah.


Kedua adalah komitmen.

Kita semua sepakat, hal yang paling sulit adalah menahan ungkapan–baik lisan atau tulisan di saat paling menggoda untuk mengatakannya; yang bila dikatakan akan memburukkan hubungan. Tetapi tahukah bila kita tidak mengatakannya tercipta dua kemungkinan? (1) Kita sakit hati (2) Kita jadi mulia.


Ketiga adalah laksanakan!

Setelah kita berkomitmen untuk tidak mengkritik, mencela, atau mengeluh, selanjutnya adalah melaksanakan komitmen dengan sepenuh hati. Menjadi mulia dan berkesan di hadapan manusia itu punya rumus, salah satunya dengan tidak mengatakan hal-hal yang dapat merusak hubungan di waktu-waktu paling menggoda untuk mengatakannya walau kita benar orang lain salah dan kesempatannya terbentang di hadapan kita.


Adalah Muhammad saw., manusia termulia yang pernah berjalan di muka bumi, nomor satu orang paling berpengaruh dalam sejarah dalam buku The 100 Most Influental Persons in History karya Michael H. Hart yang disetujui oleh berbagai sudut pandang bahwa:

Kisahnya tidak mengada-ada dan otentik!


Pada suatu ketika di Thaif, ketika beliau menawarkan Islam dari pintu ke pintu dengan santun, jawaban yang Muhammad saw. dapat adalah cacian, makian, hujatan, kritikan, dan ketercelaan-ketercelaan lainnya. Beliau adalah orang mulia, dia tidak membalas keburukan dengan keburukan.



Di tengah kepedihan itu kisahnya berlanjut, beliau saw. didatangi Malaikat penjaga gunung dan Jibril untuk menawarkan jasa kritik, yang tidak hanya akan menyakiti balik rakyat Thaif, bahkan pasti ‘kritikan’ malaikat tadi memusnahkan mereka.


Apa jawaban orang termulia itu?


“Jangan. Sesungguhnya mereka adalah orang yang tidak mengerti; semoga kelak dari rahim mereka lahir orang-orang yang mendukung apa yang aku bawa.”


Atau ketika Muhammad saw. tetap memberi suapan nasi penuh kasih kepada orang kafir buta yang sambil melahap makanan yang disuguhkan, menghina beliau tanpa jeda sedikit pun. Kita tahu sendiri akhir ceritanya seperti apa.


Gantilah kritikan dengan pujian yang menciptakan perenungan, sehingga orang yang kita kritik tidak merasa dihakimi, namun sebaliknya merasa disanjung dan dijunjung agar terus menjadi lebih baik. Seperti yang dilakukan Bob Hoover, seorang pilot pesawat baling-baling yang suatu hari mengalami kerusakan mesin saat pesawatnya sedang berada di udara. Setelah ia bisa mengendalikan situasi dan melakukan pendaratan darurat, ia memeriksa apa penyebab mesinnya berhenti di tengah jalan. Ternyata ia menemukan bahwa bahan bakar yang ada dalam tangki adalah khusus pesawat jet, bukan pesawat baling-baling.


Bergegas ia menyambangi mekanik yang ternyata jatuh sakit karena ketakutan akan kesalahannya memasukkan bahan bakar. Tahu apa yang dilakukan Bob Hoover? Apa ia marah besar? Tidak.


Ia memeluk mekanik yang terbaring itu lalu berkata: “Saya ke sini untuk menunjukkan pada Anda bahwa Saya baik-baik saja. Saya yakin Anda tidak akan pernah melakukannya lagi. Tolong rawat F-15 Saya besok.”


Begitulah. Mencari kawan memang mudah, tetapi mempertahankannya susah; terkadang kedekatan kita dengan mereka hanya membuka kesempatan lebih besar untuk menyakiti, bahkan lebih dalam.


Mari belajar untuk memberikan pujian yang membangun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here